Pariwisata

Ratusan Santri Diduga Keracunan di Sidoarjo, Bupati Subandi Pastikan Tak Ada Korban Meninggal

2199
×

Ratusan Santri Diduga Keracunan di Sidoarjo, Bupati Subandi Pastikan Tak Ada Korban Meninggal

Sebarkan artikel ini
kondisi para santri pada Selasa malam (1/9/2026)

Sidoarjo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mendapat perawatan medis setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

Mendengar kejadian tersebut, Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. langsung turun mengecek kondisi para santri pada Selasa malam (1/9/2026).

Example 300x600

Subandi didampingi Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sidoarjo Eri Sudewo.

Rombongan pertama mendatangi Pondok Pesantren Mambaul Hikam untuk melihat kondisi para santri secara langsung. Setelah itu, Bupati bersama rombongan bergerak ke sejumlah rumah sakit yang menjadi lokasi perawatan.

Beberapa fasilitas kesehatan yang dikunjungi di antaranya RS Delta Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para santri yang mengalami keluhan memperoleh penanganan medis secara cepat dan maksimal.

Di tengah informasi yang beredar mengenai kondisi para santri, Bupati Subandi memberikan penegasan bahwa berdasarkan pengecekan langsung yang dilakukannya, tidak terdapat korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

BACA JUGA :
Polresta Sidoarjo Ajak Warga Jaga Kondusifitas Kamtibmas Lewat Forum Cangkrukan

“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegas Subandi saat berada di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para santri yang mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

Menurut data sementara dari RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, sekitar 200 santri mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Yang di rumah sakit ini kurang lebih 200-an. Cuma sudah membaik semuanya. Sebagian nanti bisa pulang karena kondisinya sudah baik,” ujar Subandi.

Sementara itu, lebih dari 58 santri disebut menjalani perawatan di RS Delta Siti Hajar. Para santri tersebut dilaporkan dalam kondisi baik dan masih mendapatkan penanganan tenaga medis.

Bupati Subandi menegaskan pemerintah daerah tidak ingin menganggap ringan kejadian tersebut. Koordinasi dengan rumah sakit dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan seluruh santri memperoleh pelayanan yang diperlukan.

BACA JUGA :
Rakorwasdes 2025, Bupati Sidoarjo Apresiasi Desa Berprestasi dan Perketat Pengawasan Desa Kategori Merah

“Kami berkoordinasi dengan semua rumah sakit untuk melakukan penanganan dan memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin,” katanya.

Subandi juga meminta para wali santri tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi.

Ia memastikan Pemkab Sidoarjo akan terus mengikuti perkembangan kondisi para santri hingga seluruhnya dinyatakan pulih.

“Saya mengimbau para wali santri semuanya, tidak usah ada kekhawatiran. Kami sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan penanganan. Insya Allah semua santri akan sembuh,” ucapnya.

Selain fokus pada penanganan kesehatan, Pemkab Sidoarjo juga akan menelusuri penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para santri.

Subandi menyatakan akan memanggil Dinas Kesehatan Sidoarjo serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan tersebut akan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kaitan antara makanan yang dikonsumsi para santri dengan kejadian tersebut.

“Besok kami panggil Dinas Kesehatan dan Dinas Perizinan. Jika nanti hasil pemeriksaan memastikan kejadian ini disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tentu akan segera kami tindak lanjuti,” jelas Subandi.

BACA JUGA :
UMKM Geluran Taman Sidoarjo Dapat Dukungan Wakil Bupati Mimik Idayana

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya akan melihat makanan yang telah dikonsumsi, tetapi juga proses pengolahan hingga penyajiannya.

“Kami akan melihat bagaimana proses kelayakan makanannya. Mulai pengolahan seperti apa, termasuk izin-izinnya. Semua akan kami cek dan tindak lanjuti bersama dinas terkait,” tegasnya.

Pemkab Sidoarjo hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para santri.

Karena itu, dugaan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh makanan tertentu belum dapat disimpulkan sebelum terdapat hasil pemeriksaan dari instansi berwenang.

Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta instansi terkait untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur.

Kejadian tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya keamanan pangan, terutama dalam penyediaan makanan dalam jumlah besar bagi masyarakat dan lingkungan pendidikan.

Pemkab Sidoarjo memastikan penanganan terhadap para santri menjadi prioritas, sementara proses pemeriksaan terkait penyebab kejadian akan dilakukan secara menyeluruh.

Hingga proses pemeriksaan selesai, seluruh pihak diminta menunggu informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang agar tidak terjadi penyebaran informasi yang belum terverifikasi.