Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso mengakui bahwa hingga saat ini sebagian besar Koperasi Desa Merah Putih belum beroperasi sejak diluncurkan pada Senin 21 Juli 2025 lalu.
Kabid Koperasi Diskoperindag Bondowoso, Navi Setiawan, menyampaikan saat ini dari 219 koperasi desa/keluarahan di Bondowoso memang ada yang sudah beroperasi tapi sebagian besar belum berjalan.
Menurut Navi, belum beroperasinya Koperasi Desa yang digadang gadang mendongkrak perekonomian desa itu karena faktor permodalan dan masih dalam tahap menggali potensi desa hingga saat ini.
“Juga kurangnya pemahaman tentang perkoperasian,” kata Navi, dikonfirmasi, Jumat (29/8/2025).
Kendati begitu, Navi menyebut ada beberapa Koperasi Desa dan Kelurahan yang sudah mulai berjalan, diantaranya Badean, Dabasah, Pancoran, Cangkring dan Cermee.
Sementara itu, Kahfi Hasan Alfi, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bondowoso, mengatakan pada dasarnya selama Administrasi Hukum Umum (AHU) Kopdes sudah ada, maka boleh beroperasi.
“Sekarang tergantung dari inisiatif dan kecepatan pengurus Kopdes yang sudah dipilih saat Musyawarah Desa,” tutur Kahfi.
Kahfi mencontohkan Kopdes Pancoran, mereka aktif bergerak, sehingga mulai buka usaha.
“Sedangkan untuk chaneling dengan perbankan, ya kewajiban pengurus untuk buat proposal kelayakan bisnisnya dan kemudian di ajukan ke desa untuk dibawa ke Musdes agar dapat persetujuan,” ungkapnya.
Menurut Kahfi, memang Kopdes ini masih banyak PR, leading sektor Kementerian Koperasi sampai Dinas Koperasi Kabupaten sampai hari ini juga masih belum optimal membina Kopdes, karena mungkin lembaga tersebut belum punya tenaga pendamping lapangan.
“Sedangkan kami pendamping desa selama ini hanya sebatas tenaga supporting saja, sesuai perintah Kemendes,” pungkasnya. (*)