Pemerintahan

Bupati Pamekasan Jadi Irup Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

222
×

Bupati Pamekasan Jadi Irup Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Sebarkan artikel ini
Bupati Pamekasan

Pamekasan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Pamekasan K.H. Kholilurrahman menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Didampingi Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto upacara yang digelar di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati tersebut berjalan lancar dan khidmat. Rabu (01/10/2025) pagi.

Example 300x600

Bupati Kholilurrahman menginginkan, Pancasila tidak hanya diperingati secara seremonial saja akan tetapi pengamalannya juga harus baik.

BACA JUGA :
Lakukan Perjalanan Wisata ke Madura, Wisman Asal Taiwan dan China Belanja Batik di Pasar 17 Agustus Pamekasan

“Karena pancasila itu kan nilai-nilai luhur yang digali beberapa ratus tahun dari bangsa indonesia, sehingga ketika diamalkan dengan baik maka disitulah arti kita menghormati dan menghayati pancasila”, katanya.

Bentuk pengamalan pancasila, dalam pemerintahannya diaplikasikan dalam bentuk program.

“Salah satu contoh misalkan, upaya saya untuk mewujudkan rumah jompo. Dalam rangka kemanusiaan yang adil dan beradab. Kemudian dalam rangka keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia adalah menghilangkan ketimpangan antara selatan dan utara, dan alhamdulillah saya sudah perintahkan kemarin agar supaya di wilayah tengah dan utara ditempatkan mobil tangki. Sehingga dengan demikian ketika ada kekurangan air bisa kita suplai, ketika terjadi kebakaran mobil tangki itu bisa kita kerahkan sebagai fungsi pemadam kebakaran”, jelasnya.

BACA JUGA :
Pemkab Pamekasan Raih Penghargaan Inotek Award 2025, Wabup Dorong OPD Berinovasi

Selanjutnya, pengamalan pancasila kepada masyarakat yaitu dengan memberikan pemahaman bahwa persatuan dan kesatuan itu sangat penting dalam membangun Pamekasan dan Indonesia kedepan.

BACA JUGA :
Sukses Pimpin Bojonegoro, Bupati Anna Mu'awanah Raih Penghargaan Santri of The Year 2022

“Masyarakat kita harap duduk bersama, karena yang kita tahu Pamekasan ini super kompleks. Jadi dari organisasi LSM, Ormas, kemudian kelompok kelompok itu sangat menjamur sekali, sehingga kalau tidak ada kesatuan dan persatuan yang kita ambil dari pancasila kita akan rapuh”, ungkapnya.