Pendidikan

Mahasiswa KKN Unand Konsultasi Pengolahan Air Bersih ke Laboratorium Lingkungan DPKP2LH Sawahlunto

1760
×

Mahasiswa KKN Unand Konsultasi Pengolahan Air Bersih ke Laboratorium Lingkungan DPKP2LH Sawahlunto

Sebarkan artikel ini
UPTD Laboratorium Lingkungan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Kota Sawahlunto menerima kunjungan koordinasi dan konsultasi teknis dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand), Rabu (28/1/2026).

Sawahlunto, LENSANUSANTARA.CO.ID – UPTD Laboratorium Lingkungan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Kota Sawahlunto menerima kunjungan koordinasi dan konsultasi teknis dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand), Rabu (28/1/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mencari solusi atas permasalahan kualitas air bersih yang ditemukan di lokasi pengabdian mereka.

Example 300x600

Dalam hal ini, Laboratorium Lingkungan DPKP2LH berperan sebagai fasilitator teknis dengan memberikan arahan terkait metode filtrasi air yang tepat guna serta sesuai standar pengolahan air.


Komitmen Pelayanan Publik terhadap Kualitas Lingkungan
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DPKP2LH menyampaikan bahwa pihaknya terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai isu lingkungan, khususnya terkait pengujian kualitas air dan teknik pengolahannya.

BACA JUGA :
Wali Kota Sawahlunto Resmikan Ruang VIP dan NICU–PICU RSUD, Perkuat Layanan Kesehatan di Tengah Tekanan Fiskal


“Kami menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN Unand. Tugas kami di DPKP2LH bukan hanya melakukan pengujian sampel di laboratorium, tetapi juga memberikan konsultasi teknis agar solusi yang diterapkan di masyarakat memiliki dasar ilmiah dan efektif menurunkan parameter pencemar,” ujarnya.


Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran sekaligus kapasitas masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan.


Bahasan Teknis: Dari Karakteristik Air hingga Media Filter
Dalam sesi diskusi yang berlangsung di ruang konsultasi laboratorium, tim teknis DPKP2LH memaparkan sejumlah poin krusial kepada mahasiswa.


Pertama, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya identifikasi awal kondisi air, baik dari ciri fisik seperti warna, bau, dan rasa, maupun melalui pengujian parameter kimia seperti kadar Besi (Fe) dan Mangan (Mn). Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan desain sistem filtrasi yang tepat.

BACA JUGA :
Wali Kota Riyanda Dorong Optimalisasi Sentra IKM Songket Silungkang, Targetkan Beroperasi Sebelum Lebaran


Selanjutnya, dijelaskan pula komposisi media filter yang umum digunakan, seperti pasir silika untuk menyaring partikel padat, karbon aktif untuk mengurangi bau dan zat organik, serta zeolit yang berfungsi mengikat ion logam tertentu.


Tak kalah penting, mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai perawatan sistem filtrasi, termasuk teknik backwash atau pencucian balik. Langkah ini diperlukan agar media filter tidak cepat jenuh dan tidak menjadi tempat pertumbuhan bakteri, sehingga masa pakai instalasi dapat lebih lama dan tetap efektif.

BACA JUGA :
Belum Lama Bertugas Ahkirnya Fajar Diganti Ressy Setiawan sebagai Kalapas Narkotika Sawahlunto yang Baru


Sinergi untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Melalui konsultasi ini, mahasiswa KKN Unand diharapkan mampu mengimplementasikan instalasi filter air yang mandiri dan berkelanjutan di lokasi penempatan mereka.

Upaya tersebut diharapkan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penyediaan akses air bersih yang memenuhi syarat kualitas lingkungan.


DPKP2LH juga berharap kolaborasi serupa terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan peran laboratorium lingkungan tidak hanya sebagai pusat pengujian, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pendampingan teknis.


Bagi masyarakat maupun instansi yang membutuhkan layanan pengujian kualitas air atau konsultasi lingkungan, dapat langsung mendatangi Kantor UPTD Laboratorium Lingkungan DPKP2LH pada jam operasional kerja.(Rels/Suherman)