Jombang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang 2026 menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai. Dengan semangat baru, PKB Jombang memperkenalkan sistem Uji Kompetensi Kemampuan (UKK) untuk memilih ketua DPC, menggantikan sistem pemungutan suara yang lama.
Sebanyak tujuh calon Ketua DPC PKB Jombang muncul, yaitu Hadi Atmadji, Anas Burhani, Wahyu Hakim, Kartiyono, M Fauzan, Erna Kuswati, dan KH Salmanuddin Yazid. Mereka akan bersaing dalam UKK untuk menunjukkan kemampuan dan kompetensi mereka.
Wakil Ketua DPC PKB Jombang, M Subaidi Muktar, menjelaskan bahwa sistem UKK ini diterapkan untuk mengukur kapasitas kepemimpinan secara objektif. “Ke depan kita tidak lagi mengedepankan pola lama. UKK menjadi instrumen penting untuk mengukur kapasitas, kompetensi, dan kesiapan mental para calon,” ujarnya.
Tahapan UKK akan berlangsung dalam dua sesi, yaitu psikotes pada 10-11 April 2026 dan tes wawancara mendalam. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan DPP PKB dalam menentukan ketua terpilih.
Ketua DPC PKB Jombang, Hadi Atmadji, menekankan bahwa Muscab tahun ini mengusung semangat baru melalui konsep PKB Green Party, yaitu menghadirkan politik yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Kita ingin politik yang memberikan oksigen, bukan polusi janji-janji. Ini menjadi komitmen PKB dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Muscab PKB Jombang juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanuddin Yazid, dan Ketua DPW PKB Jawa Timur Halim Iskandar. Dengan perubahan sistem dan munculnya tujuh calon potensial, Muscab PKB Jombang 2026 menjadi penanda arah baru kaderisasi partai yang lebih terukur, kompetitif, dan meminimalkan konflik.
(Ernita)














