Pemerintahan

Komisi A DPRD Sulsel Ungkap Silpa LKPJ Gubenur 2025: Makan Minum Rp1,8 Miliar, Sewa Helikopter Rp3 Miliar

1682
×

Komisi A DPRD Sulsel Ungkap Silpa LKPJ Gubenur 2025: Makan Minum Rp1,8 Miliar, Sewa Helikopter Rp3 Miliar

Sebarkan artikel ini
Komisi A DPRD Sulsel menggelar rapat kerja Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel Tahun Anggaran 2025 .

Makassar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Komisi A DPRD Sulsel menggelar rapat kerja Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel Tahun Anggaran 2025 bersama mitra organisasi perangkat daerah (OPD) diantaranya Biro Umum pemerintah provinsi di kantor Bina Marga Rabu (8/4/2026). Terungkap: Silpa makan minum Rp1,8 miliar dan sewa helikopter Rp3 miliar.

Ketua Komisi A DPRD Sulsel Andi Anwar Purnomo menyampaikan bahwa dalam pembahasan LKPJ ada beberapa yang menjadi perhatian termasuk soal Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) di Biro Umum yang mencapai Rp53 miliar lebih

Example 300x600

“Pembahasan LKPJ membahas mengenai laporan pendapatan dan belanja daerah tahun 2025. Kebetulan OPD yang hadir tadi adalah Biro Umum, Kesbangpol, dan BKD. Namun, pembahasan BKD dilewati skip karena kepala OPD-nya tidak hadir, sehingga pembahasannya ditunda.” katanya.

BACA JUGA :
Paripurna DPRD Sulsel Setujui Perubahan APBD 2025

Anwar Purnomo, mengatakan untuk Biro Umum teman teman komisi A menemukan Silpa yang cukup besar. Terutama pada anggaran belanja makan dan minum untuk tamu Gubernur.

BACA JUGA :
8 Daerah Nihil Proyek Jalan Rp2,3 Triliun Era Gubernur Andi Sudirman, DPRD Sulsel: Tak Adil

“Silpa biro umum 53,6 miliar. Ternyata, jumlah tamu tidak sebanyak yang direncanakan oleh Biro Umum, sehingga anggarannya tidak terserap maksimal.”ucapnya.

Sementara, untuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbanbol) juga terdapat Silpa Rp2,8 miliar dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) ada Silpa Rp1,8 miliar.

Di tempat yang sama, anggota Komisi A DPRD Sulsel Fadriaty menuturkan bahwa selain penemuan Silpa anggaran makan dan minum di Biro Umum pihaknya juga menemukan Silpa Rp3 miliar untuk penyewaan helikopter.

BACA JUGA :
29 Anggota DPRD Sulsel Gulirkan Hak Angket, Misi Penyelamatan Aset Rp2,4 T di CPI

“Realisasi anggaran untuk penyewaan helikopter tahun 2025 nol persen, sudah dianggarkan 3 miliar tapi tidak terpakai sehingga menjadi Silpa” ucapnya.

Fadriaty yang merupakan legislator Demokrat mengaku kaget karena saat rapat nomenklaturnya bukan tertulis helikopter, melainkan “Program Pelayanan Pendukung Mobilitas”.

“Jadi, awalnya kita tidak tahu kalau isinya adalah sewa helikopter,” tuturnya.

“Sekarang tahun 2026 ada lagi Rp2 miliar. Kali ini sudah jelas peruntukannya untuk sewa helikopter, bukan lagi yang lain,” ungkapnya. (Muchtar)