Berita

Direksi dan Dewas BUM Dilantik, Gus Fawait: Jadikan PDAM dan PDP Pengungkit Ekonomi Jember

1724
×

Direksi dan Dewas BUM Dilantik, Gus Fawait: Jadikan PDAM dan PDP Pengungkit Ekonomi Jember

Sebarkan artikel ini
Jajaran BUMD di Lantik di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (20/7/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Jember Muhammad Fawait resmi melantik jajaran Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Jember serta Direktur Utama, Direktur Umum, dan Direktur Teknis Perumdam Tirta Pandalungan Tahun 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (20/7/2026).

Pelantikan tersebut meliputi Dewan Pengawas PDP Khayangan masa bakti 2026-2030, yakni Danang Andiasmara, Mudahar Abusiri, dan Yudi Hartono. Sementara Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Pandalungan masa bakti 2026-2030 terdiri atas Agus Nuryasin, Dr. Evi Lestari, dan Gatot Triono.

Example 300x600

Gus Fawait menyebut komposisi pengurus BUMD yang dilantik kali ini merupakan yang paling ideal kombinasi yang bagus. Menurutnya, perpaduan antara kalangan profesional dan aktivis menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan BUMD di Kabupaten Jember.

“Menurut saya, yang dilantik hari ini adalah komposisi yang paling ideal. Ada profesional yang memahami kebijakan dan persoalan teknis, serta aktivis yang tidak pantang menyerah dan mampu berpikir out of the box,” ujarnya.

BACA JUGA :
Kepedulian Presiden Prabowo, Tukang Becak Lansia Jember Dapat Bantuan Becak Listrik

Ia mencontohkan inovasi yang pernah muncul di Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP), yakni gagasan pengembangan kopi organik yang dinilainya sebagai buah dari pola pikir kreatif dan berani melakukan terobosan.

“Saya yakin dengan kombinasi yang sangat bagus ini, PDP maupun PDAM akan jauh lebih baik lagi kinerjanya ke depan,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Jember menegaskan bahwa BUMD memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah dan sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mengungkapkan, capaian PAD Kabupaten Jember pada 2025 telah menembus angka Rp1 triliun atau meningkat sekitar 32 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp700 miliar. Capaian tersebut menjadi salah satu pertumbuhan PAD tercepat di Jawa Timur.

BACA JUGA :
Warga Desa Kertosari Hendak Cari Rumput Temukan Mayat Sudah Membusuk

Karena itu, Gus Fawait meminta seluruh jajaran direksi dan dewan pengawas BUMD untuk berani menghadirkan terobosan-terobosan baru yang mampu memberikan dampak besar bagi daerah.

“BUMD harus punya gebrakan yang luar biasa. Jangan hanya berpikir sesuatu itu tidak mungkin dilakukan. Kita harus buktikan bahwa BUMD mampu menjadi pengungkit ekonomi yang nyata,” tegasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar berbagai inovasi yang dilakukan tidak selalu bergantung pada suntikan modal dari APBD Kabupaten Jember.

“Tantangan terbesar bagi direksi BUMD, adalah menghadirkan inovasi dengan memanfaatkan sumber pendanaan di luar APBD, sehingga tidak membebani keuangan daerah,” menurutnya.

BACA JUGA :
PT Rajawali Nusindo Gelar Operasi Pasar, Turut Jaga Laju Inflasi di Kabupaten Jember

Gus Fawait mengungkapkan, Kalau bikin terobosan lalu minta penyertaan modal besar dari APBD, itu bukan tantangan. Yang saya tunggu adalah bagaimana membuat gebrakan besar dengan seminimal mungkin meminta penyertaan modal dari APBD.

“Dalam dua pekan ke depan dirinya akan mengundang seluruh jajaran direksi dan dewan pengawas BUMD untuk memaparkan program kerja serta strategi pengembangan perusahaan masing-masing,” ujarnya

Ia optimistis, dengan latar belakang para pengurus yang beragam, mulai dari profesional, aktivis hingga mantan anggota DPRD, BUMD Kabupaten Jember akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah.

“Saya yakin PDAM maupun PDP ke depan masih akan memberikan sumbangsih yang lebih besar sebagai pengungkit ekonomi maupun sebagai penyumbang PAD bagi Kabupaten Jember,” pungkasnya.