SAWAHLUNTO, LENSANUSANTARA CO.ID, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TB) melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh petugas Rutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto melalui Puskesmas Sungai Durian sebagai bagian dari peningkatan kapasitas petugas dalam menghadapi penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan dari Puskesmas Sungai Durian menyampaikan materi mengenai penyebab Tuberkulosis, mekanisme penularan, gejala, langkah-langkah pencegahan, pentingnya deteksi dini, hingga pengobatan yang harus dijalani secara tuntas. Penyampaian materi berlangsung secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi mengenai berbagai strategi pengendalian TB di lingkungan Rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto, Mustofa, mengatakan FGD ini merupakan bentuk komitmen Rutan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat sekaligus memberikan perlindungan kesehatan bagi petugas maupun warga binaan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh petugas memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya Tuberkulosis sehingga dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta memberikan edukasi kepada warga binaan. Sinergi dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sungai Durian menjadi modal penting dalam mewujudkan lingkungan Rutan yang sehat, aman, dan bebas dari penyebaran penyakit menular,” ujar Mustofa.
Menurutnya, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto menjadi langkah strategis dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit menular, khususnya Tuberkulosis, yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat.
Selain meningkatkan pengetahuan petugas, FGD tersebut juga menjadi wadah memperkuat koordinasi antara Rutan Kelas IIB Sawahlunto dan Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto dalam mendukung program eliminasi Tuberkulosis. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut melalui berbagai kegiatan promotif dan preventif guna meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui penguatan edukasi serta kerja sama lintas sektor, Rutan Kelas IIB Sawahlunto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan terbebas dari penyebaran penyakit menular, sekaligus mendukung target eliminasi Tuberkulosis di Kota Sawahlunto.(Suherman)














