Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi hasil pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2026 yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.
Hal itu disampaikan Gus Fawait saat menghadiri acara penarikan mahasiswa KKN Kolaboratif 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Jember Nusantara, Senin (24/8/2026).
Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKN di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
“Saya dengar tidak ada masalah apa pun yang terjadi. Adik-adik mahasiswa semuanya membanggakan almamaternya, kampusnya masing-masing,” ujar Gus Fawait.
Gus Fawait yang pernah menjadi aktivis mahasiswa saat menempuh pendidikan S1 mengaku bangga dengan semangat kolaborasi mahasiswa dalam membantu pemerintah daerah.
Menurutnya, salah satu pekerjaan penting yang dilakukan mahasiswa selama KKN Kolaboratif 2026 adalah pendataan masyarakat dalam kategori Desil 2. Pekerjaan tersebut, kata dia, dilakukan secara langsung di lapangan dan menghasilkan capaian yang konkret.
“Atas nama bupati, yang dulu juga sebagai aktivis waktu mahasiswa S1, saya bangga. Kolaborasi untuk mendata Desil 2 ini kerjanya tidak berisik, tapi tidak protes. Tidak ada yang teriak di media sosial, tidak ada protes ke bawah maupun ke atas, tetapi hasilnya konkret,” katanya.
Ia menyebut, pendataan Desil 2 menjadi salah satu capaian utama KKN Kolaboratif 2026. Hingga pelaksanaan KKN berakhir, proses pendataan tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.
“Salah satu capaian utama dalam pelaksanaan KKN Kolaboratif 2026 ini adalah pendataan Desil 2 yang berhasil diselesaikan hingga 85 persen,” ungkapnya.
Gus Fawait menilai capaian tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu pemerintah memperoleh data yang lebih akurat sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.
“Sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih, Gus Fawait bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember yang hadir di atas panggung melakukan aksi membungkukkan badan kepada para mahasiswa KKN,” katanya.
Aksi tersebut menjadi simbol apresiasi Pemkab Jember atas kerja keras mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.
“Bagi kami Pemkab Jember, ini adalah bentuk konkret kontribusi mahasiswa dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Gus Fawait juga menyampaikan gurauan kepada para mahasiswa terkait kemungkinan adanya mahasiswa yang menemukan pasangan selama menjalankan KKN.
“Namun, ia tetap berpesan agar para mahasiswa tidak melupakan tujuan utama pendidikan. Yang penting tetap fokus menyelesaikan studi S1 hingga lulus,” tandasnya.














