RSUD Koesnadi Bondowoso Berupaya Maksimal, Demi Memecahkan Masalah Masker untuk Tenaga Medis

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Bondowoso – Masker adalah APD utama yang dibutuhkan pada saat menghadapi wabah penyakit virus Covid-19 atau Corona, Pemerintah Pusat maupun Daerah telah menganjurkan penggunaan Masker demi memutus mata rantai penularan Virus Covid-19.

Masyarakat pada umumnya sebagaian besar sudah melaksanakan anjuran Pemerintah, Maka dari itu ketersediaan Masker di pasaran sangatlah sulit didapat.

Khususnya tenaga medis sangat membutukah masker karena para perawat, dokter dan nakes yang lain berhadapan langsung dengan pasien yang menjadi ancaman utama akan tertular virus, maka dari itu tenaga medis sangat dianjurkan menggunkan masker yang sesuai dengan kebutuhan minimal menggunkan masker bedah dan masker N95.

BACA JUGA :  DPRD Kaltim Komisi IV Salehuddin Prihatin Mengenai Karir Guru Agama Islam

Tetapi, Masker tersebut saat ini sangat sulit didapatkan karena suluruh tenaga medis dan masyarakat umum berburu membelinya, melihat virus yang berasal dari china ini sangat mudah penularannya, Sehingga ketersediaan dipasaran dan persiapan untuk tenaga medis sangat terbatas.

Sehingga, PLT Direktur RSUD Koesnadi dr. Yus Priatna. A. Sp. P. Bondowoso mengambil langkah untuk bekerja sama dengan SMKN 2 Bondowoso supaya bisa memenuhi kebutuhan masker yang sesuai dengan standard medis.

Masker tersebut tidak jauh berbeda dengan masker bedah pada umumnya yang memiliki kemampuan filterisi atau penyaringan yang baik, sesuai digunakan tenaga medis yang memiliki resiko tinggi untuk terpapar virus Covid-19.

BACA JUGA :  Respon Cepat, Resmob Polres Minsel Amankan Tersangka Kasus Penganiayaan di Tompasobaru

“Kami sudah mempersiapkan masker untuk tenaga medis sebanyak 3.600 masker untuk tenaga medis dan 2 masker N95 untuk satu Dokter”. Ungkapnya. Kamis, 16/4/2020.

RSUD juga dibantu oleh BPBD, Pihak ketiga dan perorangan yang mampu memproduksi masker karena ketersediaan distributor saat ini sudah kosong.

“Dalam memecahkan masalah masker ini kita dibantu BPBD, Pihak ketiga dan Perorangan namun jumlah produksi tidak terlalu banyak, sehingga kita kesulitan dalam pembuatan SPJ atau pertanggung jawaban, maka dari itu kita bekerja sama dengan CV dan SMKN 2 Bondowoso untuk membantu memecahkan masalah masker ini”, Tambahnya. Saat Dikonfirmasi Lensa Nusantara di ruangannya.

BACA JUGA :  Jelang Akhir Tahun 2021, AJIB Gelar Pra Evaluasi Kinerja

Rencana mulai Kamis, 16/4/2020 sebanyak 3.600 masker akan didistribusikan ke RSUD dr. Koesnadi, Masker tersebut diperuntukkan untuk seluruh pegawai dan diutamkan untuk tenaga medis termasuk perawat, RSUD juga masih memesan sebanyak 10.000 masker yang akan selesai sekitar 15 Hari lagi.

RSUD dr. Koesnadi akan terus bekerjasama dengan SMKN 2 Bondowoso dan Pihak ketiga untuk memproduksinya karena kebutuhan masker merupakan APD utama yang harus digunakan pada seluruh tenaga medis, agar tidak ada lagi korban para medis yang gugur demi menjadi garda terdepan melawan pandemik wabah penyakit virus Covid-19. (Arik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan