Lensa Nusantara
Featured Sulawesi

Musrenbang Perubahan RPJMD Kabupaten Bantaeng Fokus Pada Sektor Pertanian, Pariwisata, Pergerakan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

BANTAENG, https://lensanusantara.co.id – Kabupaten Bantaeng di tangan Ilham Syah Azikin sebagai Bupati menggelar Musrembang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018 – 2023, di Balai Kartini, Kelurahan Pallantikan, Kecamatan Bantaeng, (13/1).

Dalam kegiatan itu hadir Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Junaedi mewakili Pemprov Sulsel.

“Kami dari Bapelitbangda Sulsel ingin menyampaikan apresiasi dan terim kasih. Kenapa, karena Bantaeng ini menjadi kabupaten yang pertama di Sulsel yang melakukan perubahan RPJMD,” kata dia.

Dia mengatakan, perubahan RPJMD Bantaeng menjadi sebuah langkah maju yang sangat baik. Namun kata dia, akan menjadi konsekuensi bahwa akan banyak Kabupaten yang melakukan studi komparatif di Bantaeng.

“Saya kira ini menjadi sebuah langkah maju yang sangat baik, cuman memang, ini akan menjadi konsekuensi Pak Bupati akan banyak kabupaten yang melakukan studi komparatif di sini (Bantaeng). Ya karena seperti itu. 10 kabupaten lain yang bersamaan RPJMD nya akan melakukan ini sebagai kiblat,” katanya.

Dia juga mengatakan, agar Bappeda Bantaeng untuk bersiap dan senantiasa menyiapkan dan mematuhi protokol kesehatan. “Pak Gubernur dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa ekonomi dan kesehatan sama – sama penting. Karena kalau ekonomi tidak bergerak, imun juga akan turun saya kira kesehatan juga akan terganggu,” kata dia.

Dia juga mengapresiasi pertemuan – pertemuan seperti ini, karena minimal ada UMKM yang bergerak. Misalkan usaha catering dan lain lain sebagainya.

Junaedi juga menyampaikan beberapa informasi sebagai masukan terhadap penyempurnaan dokumen RPJMD Kabupaten Bantaeng. Tidak bisa dipungkiri tekanan akibat pandemi Covid-19 di Sulsel dalam sejarah kalau dibandingkan dengan krisis ekonomi tahun 1997 dan 1998 Sulsel ini tidak pernah kontraksi hingga di bawah 0 persen.nDi tahun 1997 dan 1998 kita masih tetap tumbuh 2 sampai 3 persen. Namun tekanan akibat pandemi di kuartal dua Sulsel kontraksi hingga 3,8 persen.

“Saya kira minus 3,8 persen hal yang luar biasa dalam sejarah perekonomian kita di Sulsel. Tentunya kita diharapkan lebih fokus jadi arahan-arahan perencanaan karena bagaimanapun hulunya kegiatan-kegiatan pembangunan di daerah yang termasuk tentunya secara nasional itu dimulai dari perencanaan kita melakukan meeting terhadap sektor-sektor yang strategis yang dalam kondisi pandemi seperti ini masih bisa kita optimalkan di Bantaeng termasuk di selatan sama sektor pertanian menjadi salah satu yang strategis. Oleh karena itu kalau RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan yang sangat berubah signifikan adalah sektor pertanian alokasinya karena di sini sudah ada lokasi pagu kita naikkan sekitar dua kali lipat lebih dari biasanya,” kata dia.

Alokasi sektor pertanian biasanya hanya kurang lebih Rp 198 miliar sampai Rp 200 miliar sekarang di atas Rp 400 miliar. Karena diharapkan bahwa sektor yang menjadi primadona perekonomian kita di Sulsel ini yang tetap bisa tumbuh positif. Perekonomian juga menjadi hal penting karena di tengah pandemi covid 19 ini hanya makan yang tidak bisa ditunda.

“Alhamdulillah di Desember kemarin, Pak Bupati kembali mendapat penghargaan. Di tengah Pandemi produksi pertanian kabupaten Bantaeng tetap mengalami peningkatan. Saya kira ini hal yang luar biasa, dan memang di sektor pertanian ini kita mencoba mendorong intensitas penanaman regional Sulawesi Selatan,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin mengucapkan terima kasih atas kehadiran pemerintah provinsi yang diwakili kepala Bapelitbangda Sulsel.

“Beberapa poin yang disampaikan kepala Bapelitbangda Sulsel tentu menjadi sebuah harapan bagi kami beserta seluruh jajaran OPD untuk senantiasa membangun sinergitas agar menghadirkan kebijakan perumusan perencanaan dan kebijakan yang dapat kami laksanakan sesuai dengan kebutuhan dan persoalan masyarakat yang ada di Kabupaten Bantaeng,” kata Bupati bergelar doktor ilmu pemerintahan itu.

Sektor-sektor yang menjadi fokus pembangunan Gubernur Sulsel juga akan senantiasa menjadi perhatian, khususnya pada sektor pertanian, pariwisata, pergerakan UMKM dan ekonomi kerakyatan yang ada di Kabupaten Bantaeng.

“Selama kurang lebih tiga tahun, bapak kepala Bapelitbangda kami sampaikan bahwa ada satu program unggulan kami yaitu bantuan modal usaha berbasis Dusun dan RW ini yang senantiasa menjadi komitmen kami. Tentu bersama pimpinan beserta seluruh anggota DPRD yang senantiasa mensupport kami mudah-mudahan ini juga yang dapat mendapatkan support bagi kami dari pemerintah provinsi untuk kita sinergikan di Kabupaten Bantaeng,” kata Purna Praja itu.

Bantaeng saat ini sudah memiliki beberapa pelaku-pelaku dan usaha yang potensial menggerakkan ekonomi yang skalanya ada di Dusun dan RW. Hal itu yang menjadi keyakinan Bupati Bantaeng sebagai salah satu yang menopang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng dan dapat berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

“Akhirnya kami kembali mengajak kepada kita semua untuk membangun komitmen kebersamaan agar segala sesuatu yang akan disepakati dalam penyusunan perubahan RPJMD Kabupaten Bantaeng tahun 2018-2023 ini dapat menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan yang mampu menampung aspirasi masyarakat serta terwujud keterpaduan dan sinergitas perencanaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten,” tutup Ketua IKAPTK Sulsel itu. (Fahmi)

Related posts

Inspektorat Daerah Bantaeng Gelar PKS, Inspektur Datangkan Narasumber dari BPKP Perwakilan Sul-Sel

Lensa Nusantara

Polda Aceh Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu 33 Kg dan Amankan Empat Tersangka

Admin 4

Bupati Launching Program Semua Bisa Sekolah di Tanggamus

Lensa Nusantara