Sidoarjo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Suasana depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) memanas. Puluhan Arek Bonek datang dengan atribut hijau, spanduk, dan suara lantang. Gerbang Kejaksaan menjadi saksi bagaimana kelompok suporter ini menyuarakan tuntutan keadilan bagi rekan mereka yang kini sedang menghadapi proses hukum.
Jalanan depan kantor kejaksaan berubah menjadi lautan hijau. Spanduk terbentang lebar, tulisan-tulisan protes menyala di bawah sinar matahari yang semakin terik. Satu per satu orator naik ke mobil komando, suara mereka menggaung, menuntut agar hukum ditegakkan tanpa tebang pilih.
“Kami bukan datang untuk bikin onar. Kami datang untuk mencari keadilan! Jangan ada keberpihakan, hukum harus berdiri di atas semua golongan,” teriak salah satu koordinator lapangan disambut teriakan “Hidup Bonek!” dari massa.
Bagi Bonek, aksi ini bukan sekadar reaksi sesaat. Kelompok suporter yang dikenal fanatik mendukung Persebaya Surabaya ini punya sejarah panjang dalam menyuarakan suara rakyat. Sejak era 90-an, Bonek kerap turun ke jalan ketika melihat ketimpangan sosial. Mereka percaya suporter bukan hanya soal bola, tapi juga solidaritas dan keberanian bersuara.
Ketegangan mulai mencair ketika perwakilan Bonek dipersilakan masuk ke kantor Kejari. Di dalam, mereka duduk satu meja bersama Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolresta Sidoarjo, dan Kasi Pidum. Pertemuan ini menjadi titik balik suasana aksi.
“Kami siap mendengar kritik masyarakat. Kami terbuka terhadap masukan dan akan terus berbenah. Aspirasi teman-teman Bonek akan kami sampaikan, tapi proses hukum harus tetap berjalan sesuai aturan,” tegas Kasi Pidum usai audiensi.
Pihak Kejari juga berjanji memberikan perkembangan terbaru mengenai kasus yang menjerat tiga rekan Bonek yang saat ini masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo.
Sekitar siang hari, setelah mediasi rampung, massa keluar dari kantor Kejari dengan ekspresi lega. Yel-yel perlahan berubah menjadi seruan persaudaraan. Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib, meninggalkan pesan moral yaitu mereka akan terus mengawal jalannya persidangan hingga putusan dijatuhkan.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, tapi potret bahwa kelompok suporter seperti Bonek bisa menjadi corong aspirasi sosial, menjaga agar hukum tetap berdiri tegak di bumi pertiwi. (Ryo)














