Bulukumba, LENSANUSANTARA.CO.ID – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bontotiro yang digelar di Desa Batang pada Rabu, 4 Maret 2026, berlangsung tanpa kehadiran satu pun anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) Bontotiro Bontobahari.
Kegiatan tahunan tersebut merupakan forum resmi pemerintah daerah untuk menyerap dan merumuskan usulan masyarakat sebagai bahan penyusunan rencana kerja pembangunan tahun anggaran berikutnya.
Musrenbang kecamatan menjadi tahapan penting dalam sistem perencanaan pembangunan daerah karena menjadi wadah penyampaian aspirasi warga secara langsung kepada pemerintah.
Ketidakhadiran para wakil rakyat dari dapil setempat menuai sorotan. Fajri, salah seorang pemuda Bontotiro, menyayangkan absennya anggota DPRD dalam forum yang dinilai strategis tersebut. Ia menilai, Musrenbang seharusnya menjadi momentum bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di wilayah pemilihannya.
“Musrenbang tingkat Kecamatan Bontotiro tidak satu pun anggota dewan yang hadir,” ujar Fajri.
Menurut Fajri, kehadiran anggota DPRD sangat penting, terutama dalam mengawal usulan prioritas agar dapat diperjuangkan pada tahap pembahasan anggaran di tingkat kabupaten.
Ia menegaskan bahwa fungsi penganggaran dan pengawasan yang dimiliki DPRD semestinya dijalankan sejak proses perencanaan agar aspirasi masyarakat tidak terputus di tengah jalan.
Forum Musrenbang tersebut dihadiri oleh Bupati Bulukumba, pemerintah kecamatan, Kapolsek Bontotiro, perwakilan desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pertemuan itu, berbagai usulan pembangunan disampaikan, di antaranya perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan sarana pertanian dan perikanan, serta pengembangan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.
Sejumlah peserta berharap hasil Musrenbang tidak sekadar menjadi dokumen formal, melainkan benar-benar diakomodasi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Aspirasi yang telah dirumuskan di tingkat kecamatan diharapkan mendapat perhatian serius pada tahap selanjutnya.
Salah seorang anggota DPRD dari dapil Bontotiro Bontobahari yang dikonfirmasi, Supriadi, S.P., M.Si., Ph.D., menyampaikan alasan ketidakhadirannya pada kegiatan tersebut.
“Saya lagi ada agenda partai,” kata Supriadi.
Fajri berharap pada pelaksanaan Musrenbang berikutnya para wakil rakyat dapat hadir secara langsung untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan DPRD dalam menyusun arah pembangunan daerah. Kehadiran mereka dinilai penting agar proses perencanaan benar-benar partisipatif, aspiratif, dan selaras dengan kebutuhan warga di lapangan.














