Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Warga Desa Patemon Kecamatan pakusari, Kabupaten Jember mengeluhkan tumpukan sampah diduga berasal dari Pasar Tanjung yang dibuang oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH).
Pembuangan sampah sempat viral di media sosial warga dibuat resah karena lokasi pembuangan berada dekat masjid, sekolah, pustu hingga pemukiman warga.
Persoalan itu mencuat setelah akun Facebook Eva Yulianita mengunggah keluhan di grup Info Warga Jember Official dengan tulisan, “Bantu viralkan lokasi Desa Patemon dekat masjid, sekolah, pustu dan pemukiman warga. Infonya sampah dari Pasar Tanjung sudah meresahkan karena banyak lalat dan bau.”
Unggahan tersebut langsung menuai reaksi warga. Banyak masyarakat mengeluhkan bau menyengat dan serbuan lalat yang dianggap sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Warga juga kecewa karena pembuangan sampah dilakukan tanpa pemberitahuan maupun persetujuan masyarakat sekitar.
Selain ramai diperbincangkan di media sosial, warga juga melaporkan persoalan itu melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e.
Upaya warga akhirnya membuahkan hasil. Setelah viral dan menjadi sorotan publik, tumpukan sampah tersebut diketahui sudah diangkut kembali dari lokasi. Namun hingga kini belum diketahui ke mana sampah itu dipindahkan.
Sementara itu, salah seorang warga berinisial J mengaku baru mengetahui adanya pembuangan sampah di dekat tokonya setelah melihat video yang beredar di media sosial Info Warga Jember.
“Saya baru tahu setelah lihat postingan video di IWJ. Pantas beberapa hari ini banyak lalat dan baunya tidak enak,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini sampah memang sudah tidak ada lagi di lokasi tersebut. Namun ia berharap area dekat permukiman warga itu tidak kembali dijadikan tempat pembuangan sampah.
“Harapannya jangan lagi sampah dibuang di tempat itu karena sangat mengganggu,” pungkasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku selama lebih dari sepekan warga terganggu dengan bau sampah dan banyaknya lalat.
“Kemarin-kemarin tidak ada lalat, saya pikir sampah dibakar ternyata tetap. Dengar-dengar sampah dari Pasar Tanjung,” ujarnya.
Menurut dia, lokasi pembuangan sampah tersebut dinilai tidak layak karena berada dekat fasilitas pendidikan dan permukiman warga.
“Katanya TPU Pakusari mau ditutup tetapi sampah dibuang di Desa Patemon. Tidak jauh dari SD, pemukiman warga, masjid dan pustu. Ini bahaya untuk anak-anak karena baunya sudah masuk ke dalam kelas,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Jember, Jupriono, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp hanya mengirimkan video dan foto yang menunjukkan lokasi tersebut telah dibersihkan. Hingga Selasa (26/5/2026), belum ada keterangan resmi terkait asal maupun lokasi pemindahan sampah tersebut.














