Berita

Program Babaliak Ka Surau Jadi Benteng Generasi Muda Tanah Datar dari Narkoba dan Perilaku Menyimpang

1693
×

Program Babaliak Ka Surau Jadi Benteng Generasi Muda Tanah Datar dari Narkoba dan Perilaku Menyimpang

Sebarkan artikel ini
Kapolres Tanah Datar, AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, saat menjadi narasumber dalam kegiatan bincang-bincang bersama mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar bertema "Babaliak Ka Surau, Benteng Generasi Muda dari Ancaman Narkoba dan Perilaku Menyimpang" di Radio Luhak Nan Tuo Batusangkar, Rabu (17/6/2026).

Tanah Datar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Program Babaliak Ka Surau menjadi salah satu upaya yang digagas Polres Tanah Datar untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba serta berbagai perilaku menyimpang.

Melalui pendekatan budaya dan nilai-nilai keagamaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau, program ini diharapkan mampu memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga ketertiban sosial di tengah masyarakat.

Example 300x600


Hal tersebut disampaikan Kapolres Tanah Datar, AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, saat menjadi narasumber dalam kegiatan bincang-bincang bersama mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar bertema “Babaliak Ka Surau, Benteng Generasi Muda dari Ancaman Narkoba dan Perilaku Menyimpang” di Radio Luhak Nan Tuo Batusangkar, Rabu (17/6/2026).


Kapolres menjelaskan, gagasan Babaliak Ka Surau lahir dari pengalamannya selama bertugas di Mabes Polri sebelum dipercaya memimpin Polres Tanah Datar pada 8 April 2025. Selama bertugas di Mabes Polri, ia banyak mempelajari strategi kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban sosial.


“Secara filosofis, Polri adalah penjaga peradaban. Peradaban itu lahir dan dimiliki oleh masyarakat. Karena itu, agar peradaban tetap hidup dan berkembang, harus ada yang menjaganya, dan Polri harus hadir secara aktif dalam tugas tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA :
Wabup Tanah Datar Pimpin Evaluasi Tanggap Bencana: Pastikan Logistik Tepat Sasaran


Setelah bertugas di Tanah Datar, ia melihat kuatnya warisan budaya masyarakat Minangkabau yang berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Nilai-nilai tersebut kemudian dipadukan dengan konsep kepolisian dalam menjaga peradaban melalui program Babaliak Ka Surau.


Menurutnya, surau sejak dahulu merupakan pusat pembentukan karakter masyarakat Minangkabau. Dari surau lahir banyak tokoh bangsa, ulama, dan intelektual yang memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.


“Kalau kita melihat sejarah Minangkabau, surau merupakan tempat yang membentuk orang menjadi baik. Banyak intelektual lahir dari sana, seperti Buya Hamka dan Agus Salim. Sistem ini sudah terbukti menghasilkan generasi yang berkarakter sehingga perlu kembali kita hidupkan,” katanya.


Kapolres menegaskan bahwa menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa dilakukan oleh Polri semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.


“Polri tidak bisa berdiri sendiri. Dalam menjaga kamtibmas dibutuhkan kolaborasi semua pihak. Bukan lagi siapa yang bertanggung jawab, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengambil peran untuk menyelamatkan generasi muda,” tegasnya.

BACA JUGA :
UPN Bukittinggi Siap Jalankan Program Kesehatan Tanggap Darurat Bencana di Tanah Datar


Ia mengungkapkan, selama satu tahun bertugas di Tanah Datar, Polres Tanah Datar telah menangani 48 kasus narkotika dengan 68 tersangka yang diamankan, termasuk tiga orang perempuan. Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 279 gram sabu-sabu dan 43 kilogram ganja.


Selain fokus pada pemberantasan narkoba, Polres Tanah Datar juga melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap perilaku menyimpang di masyarakat. Salah satunya dengan menginisiasi Program Nagari Bebas LGBT di Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum.


Kapolres mengatakan program tersebut diluncurkan berdasarkan berbagai data dan hasil penelitian yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pencegahan di tengah masyarakat.


“Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga generasi muda agar tetap berada pada koridor nilai adat dan agama,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanah Datar, Dedi Tri Widono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah Polres Tanah Datar dalam menekan angka kriminalitas, khususnya dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkoba dan berbagai perilaku menyimpang.

BACA JUGA :
Sinergi Pemprov dan Pemkab, Nagari Pangian Siap Melaju dengan Program Nagari Creative Hub


Menurut Dedi, upaya tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk mewujudkan Kabupaten Tanah Datar yang madani, maju, dan berkelanjutan berdasarkan falsafah ABS-SBK.


“Di antaranya program yang telah dijalankan adalah Satu Rumah Satu Hafiz serta pemberian insentif kepada tenaga pendidik Al-Qur’an,” jelasnya.


Selain itu, Kominfo Tanah Datar juga aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat, terutama di wilayah Batusangkar, guna meningkatkan kesadaran pelajar dalam menerima dan menyebarkan informasi di tengah maraknya arus informasi di media sosial.


Ia mengajak mahasiswa untuk menjadi teladan dalam menyikapi informasi digital yang belum tentu benar dengan membiasakan budaya cek dan ricek sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi.


“Di era digitalisasi saat ini banyak informasi yang belum jelas. Saya harap mahasiswa tidak termasuk ke dalam itu, yaitu dengan membiasakan budaya cek dan ricek sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi. Kritis itu penting, tetapi harus cerdas,” pungkasnya.
(Suherman)