Kriminal

Ibu Muda di Pangandaran Menjadi Korban KDART, Begini Kronologisnya

1995
×

Ibu Muda di Pangandaran Menjadi Korban KDART, Begini Kronologisnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Pangandaran, LENSANUSANTARA.CO.ID – Seorang ibu muda yang tinggal di salah satu Desa yang berada didataran tinggi di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) setelah terlibat cekcok dengan suaminya, Rabu (19/8/2026).

Diketahui korban bernama Thania Nurjanah (21), warga Dusun Nanggewer, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang. Thania diduga dianiaya oleh suaminya, Kurnaevin (22), dengan menggunakan palu.

Example 300x600

Kepala Desa Bojongsari, Yaya Sutiawan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pagi pukul 04.00 WIB. Sebelum kejadian, pasangan suami istri yang baru memiliki satu anak perempuan itu terlibat cekcok.

BACA JUGA :
Anggota DPRD Ade Ruminah Buka Suara soal Bursa Ketua Partai Golkar Pangandaran

“Mungkin sesa’at sebelum kejadian suasananya agak panas. Kemudian cekcok itu dilakukan tindakan kekerasan,” ujar Yaya dihubungi melalui WhatsApp oleh awak media, Rabu (19/8/2026) sore.

Menurutnya, sa’at kejadian korban sempat keluar rumah dan berada di pinggir jalan. Sejumlah warga yang melihat kejadian tersebut sempat kemudian melerai pertengkaran itu.

BACA JUGA :
Mengenai Isu Rekruitmen Panwascam Tidak Transparan, Bawaslu Pangandaran Memberi Tanggapan

Yaya menyebut, “dari jejak TKP kondisi di dalam rumah banyak bercak darah, terutama dari area kamar.” katanya.

Yaya bersama warga mengantar korban ( Thania ) ke Puskesmas Sindangwangi untuk mendapatkan penanganan medis karena luka dikepala. “Ada sekitar 30 jahitan di bagian kepala korban,” ucap Yaya.

Sementara itu, Kurnaevin, suami korban, dikabarkan menenggak racun setelah aksi kekerasan tersebut dilerai warga.

Yaya kemudian mengarahkan warga untuk membawa Kurnaevin ke tempat penanganan medis yaitu di Klinik Puspa, Kecamatan Kalipucang.

BACA JUGA :
Pasca Demo Dukungan Pinjaman Hutang Pemkab Pangandaran Rp350 Miliar, Begini Tanggapan Otang Tarlian.

Terkait penyebab KDRT, Yaya menyebut “ dugaan persoalan ekonomi dan kecemburuan menjadi latar belakang. Namun, Ia belum mengetahui secara pasti pemicu pertengkaran pasangan muda tersebut sehingga menyebabkan pertengkaran yang menyebabkan KDART tersebut ”.

” Mungkin karena masih pasangan muda, ketika ada permasalahan langsung emosi tinggi. Tapi penyebab pastinya saya kurang tahu,” pungkasnya. ( N.Nurhadi )