“Bejat”Empat Pemuda Diamankan Polres Situbondo Diduga Lakukan Pemerkosaan Di area Persawahan

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Lensanusantara.net Situbondo .01/05/2020.Sebanyak Empat pemuda di Situbondo harus berurusan dengan polisi. Mereka diamankan setelah mencabuli beramai-ramai seorang gadis 17 tahun yang masih duduk di bangku sebuah SMA di Situbondo. Korban dicabuli di sebuah area persawahan di Kecamatan Panarukan.

Kasubbag Humas Polres Situbondo Iptu Nuri H Membenarkan Adanya Kejadian Tersebut “Ada 4 pelaku yang sudah diamankan dalam kasus pencabulan anak di bawah umur ini. Mereka masih dalam pemeriksaan penyidik Unit PPA,” Kata Nuri kepada Awak media

Dari keempat pelaku, dua di antaranya masih di bawah umur. Mereka berusia 15 dan 16 tahun. Namun keduanya tetap menjalani proses penyidikan, meski hanya dikenakan wajib lapor. Sementara dua pelaku lainnya berinisial SW (19) dan NV (21), kini diamankan di Mapolres Situbondo.

BACA JUGA :  DPRD Seluma Gelar Rapat Paripurna Umumkan Bupati Dan Wakil Bupati Terpilih

Keterangan yang diperoleh Tim Lensa nusantara menjelaskan,aksi pencabulan keempat pemuda itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wib Senin (27/4) malam. Sebelum dibawa ke lokasi, salah satu pelaku sengaja menjemput korban di sekitar Stadion Gelora Muhammad Saleh Situbondo. Korban lalu dibawanya dengan alasan akan diajak nonton balap liar.

BACA JUGA :  Diduga Serobot Lahan Warga, PT. Taliabu Godo Maogena di Tolak Warga London

Setelah sempat diajak ke sejumlah lokasi, para pelaku akhirnya membawa korban ke area persawahan di Desa Peleyan Kecamatan Panarukan. Di tempat inilah petaka itu menimpa si gadis. Awalnya, para pelaku berdalih sengaja berhenti untuk mengambil jagung di area sawah tersebut.

Saat sebagian pelaku masuk ke tanaman jagung, korban turun dari motor sambil bermain HP.Entah Apa Yang Merasukinya Ketika itulah, salah satu pelaku langsung membekap mulut korban dari belakang hingga terjatuh. Berikutnya, keempat pelaku dengan kompak memegangi tangan dan kaki korban agar tidak berontak.

BACA JUGA :  Ketua RT Dituduh Pangkas Bantuan BPNT, Salim: Tidak Ada Satupun Masyarakat yang Merasa Dirugikan

“Para pelaku kita amankan di rumahnya masing-masing. Mereka terancam dijerat pasal 76 huruf e juncto pasal 82 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” papar Iptu Nuri.

  • Reporter : Yadi
  • Editing : Adit
  • Publisher : Basri
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan