Lensa Nusantara
Berita

Terkait Persoalan Covid-19 di Banyuwangi, M. Yunus Wahyudi Ditantang Debat Ormas Hanya Menanggapi dengan Senyuman

Banyuwangi, lensanusantara.co.id – Sikap Yunus yang dikenal dengan Sebutan Sang Macan Blambangan Banyuwangi Jawa Timur Mendapat Kecaman Keras dari ormas tindakan Yunus Yang telah membawa pulang paksa mayat yang diduga terkonfirmasi positif covid 19.

Perilaku tersebut dianggap hanya orang yang berpikir iri saja hingga tidak mengakui adanya virus corona, yang nyata sudah terlihat jelas didunia dengan adanya kematian yang begitu meraja lela.


Ormas tersebut juga meyakini tindakan itu bukan untuk masyarakat, namun untuk mencari sebuah nama dan kedudukan, seharusnya tahu tata cara musyawarah, dan mendebatkan persoalan.

Yang lebih mengejutkan lagi, tindakan yunus dianggap salah dan tidak ber SDM, sehingga Yunus pun ditantang untuk berargument dengan tata cara yang benar.

BACA JUGA :  Ketua FPII Korwil Way Kanan Apresiasi Tim 20 dan SAR Dalam Pencarian Korban Tenggelam di Way Besai

Sementara, menurut, M Yunus Wahyudi, saat di konfirmasi tentang berita yang beredar tersebut, justru tertawa terbahak bahak. Menurutnya percuma dirinya cari panggung karena sudah dikenal.

“Ngapain saya cari panggung, masyarakat Banyuwangi pastinya sudah banyak yang mengenal saya.” Ungkapnya.

Masih menurut Yunus, kita semua punya keyakinan masing masing dan keyakinan itu harus dipertahankan.

“Saya meyakini apa yang saya perbuat itu benar menurut saya, dan siapa yang tidak percaya adanya Covid 19, saya tidak pernah mengatakan covid itu tidak ada, dimana mana saya mengatakan bahwa covid 19 itu ada, namun di Banyuwangi kematian karena covid itu patut dipertanyakan, karena rata rata orang yang meninggal di vonis covid itu mempunyai penyakit bawaan sebelumnya atau sering di sebut komplikasi. “ tegas Yunus.

BACA JUGA :  Polsek KPS Bitung Kembali Amankan Ratusan Liter Miras Cap Tikus

Dengan adanya tanggapan ormas tersebut, Yunus justru berterima kasih karena selalu diperhatikan setiap gerakkannya.

“Saya terima kasih pada ormas tersebut, dengan itu kan menandakan bahwa mereka selalu memperhatikan gerakan gerakan saya. Pastinya seluruh gerakan saya itu murni untuk masyarakat dengan dasar Amar ma’ruf Nahi mungkar.” Jelasnya.

Menanggapi tantangan debat ormas tersebut, dirinya hanya tersenyum manis.

“Mereka itu siapa kok nantang saya debat, saya mau berdebat masalah ini dengan jajaran pemerintah yang berkompeten dibidangnya, agar semua masyarakat juga mendapat kejelasan yang pasti tentang kematian yang divonis covid 19 khususnya di Banyuwangi.”pungkasnya.

BACA JUGA :  Lagi, Diduga Sonokeling Ilegal Diamankan Perhutani Bondowoso

Pantauan Tim lensanusantara.co.id saat dikonfirmasi mengenai Operasi Yustisi Dirinya Sudah Sediakan Denda Tidak pakai masker jika Memang Ada Denda Tidak Pakai Masker.

Jika disuruh push up dirinya sangat keberatan karena dirinya bukanlah APH atau bawahan melainkan rakyat kecil yang tidak pantas menyuruhny untuk push up.

“Sudah Saya sediakan Denda jika memang ada untuk saya tidak pakai masker mas ya kalau menyuruh saya push up saya tidak mau lah dia bukan atasan saya kalau denda sudah saya sediakan tiap lubang didompet saya mas,”Jelas Yunus Saat Dikonfirmasi Via pesan Whatsapnya Sabtu 03/09/2020. (Dhofir/Yunus).

Berita Terkait

Warga Banyuwangi Budidaya Bunga Hias Sebagai Penghilang Kejenuhan Selama Pandemi Covid-19

Lensa Nusantara

Wakil Bupati OKU Pimpin Rapat Teknis Penerapan Tata Laksana Keberlangsungan Usaha Sektor Jasa dan Perdagangan

Lensa Nusantara

Wakil Bupati OKU Pimpin Apel Gelar Pasukan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

Lensa Nusantara