BeritaNasional

Vaksinasi Serentak, Forkopimda Probolinggo Zoom Meeting bersama Presiden RI di Ponpes Nurul Qodim

135
×

Vaksinasi Serentak, Forkopimda Probolinggo Zoom Meeting bersama Presiden RI di Ponpes Nurul Qodim

Sebarkan artikel ini

Probolinggo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Forkopimda Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari Plt Bupati Probolinggo, Kapolres Probolinggo, Kajari Kraksaan, Kodim 0820 Probolinggo dan Forkopimka setempat serta Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qodim, Selasa (07/9/2021) pagi mengikuti Zoom Meeting bersama Presiden RI dan Kapolri, meninjau pelaksanaan Vaksinasi Serentak yang dilaksanakan di Yayasan Shubbanul Muslimin Pondok Pesantren Nurul Qodim, Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Example 300x600

Kegiatan ini secara serentak diselenggarakan di 341 titik lokasi vaksinasi serentak di berbagai Pondok Pesantren dan tempat ibadah seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo menyapa langsung secara virtual pelaksanaan vaksinasi merdeka rumah ibadah dan ponpes di Jawa Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Terkait kegiatan itu, Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko mengungkapkan bahwa, Vaksinasi Merdeka ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Probolinggo, TNI, Polri dan Pondok Pesantren dalam rangka akselerasi atau percepatan terciptanya kekebalan komunal.

“Vaksinasi Merdeka pada hari ini melibatkan pondok pesantren Nurul Qodim dengan sasaran masyarakat umum, lansia, majelis syubbanul muslimin, santri dan pengasuh pondok pesantren dengan target sasaran 600 orang,” ucap Plt Bupati Probolinggo saat meninjau vaksinasi serentak di Ponpes Nurul Qodim

Sementara itu, Kapolres Probolingggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, selain kegiatan vaksinasi serentak, kegiatan kolaborasi Pemkab Probolinggo, TNI, Polri dan Pondok Pesantren ini juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak dan peserta program vaksinasi. Bantuan sosial yang disalurkan sejumlah 600 paket sembako dan 3 ton beras.

“Untuk mempercepat capaian vaksinasi dan mencegah penyebaran Covid-19, Polres Probolinggo terus berupaya melakukan akselerasi vaksinasi serentak dengan menggandeng dan melibatkan Pondok Pesantren dan komunitas lainnya seperti yang kami lakukan saat ini, guna mewujudkan herd immunity,” kata Kapolres Probolinggo.

Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo juga menyampaikan bahwa, tingginya tingkat capaian vaksinasi merupakan modal dasar pencegahan penyebaran Covid-19, diharapkan kedepan perekonomian dapat tumbuh guna mewujudkan Probolinggo Sehat menuju Indonesia Kuat.(Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,690 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…