Nakes RSUD dr. Koesnadi Bondowoso Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Korban Minta Jaksa On The Track

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah BANNER-BANTAENG_page-0001.jpg
Nurul Jamal Habaib, SH (NJH) kuasa hukum almarhum bunda Suparmi.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kuasa hukum almarhum Ny. Suparmi,  Nurul Jamal Habaib, SH. Mengapresiasi satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Bondowoso yang telah menetapkan dua orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD dr. Koesnadi jadi tersangka.

Almarhum Suparmi meninggal dunia di ruang ICU dr. Koesnadi Bondowoso diduga akibat kelalaian dari pihak Nakes yang merawatnya.

Keluarga almarhum Ny. Suparmi kemudian menempuh jalur hukum dan menggandeng advokat muda Nurul Jamal Habaib (NJH) Sebagai kuasa hukumnya.

BACA JUGA :  Sumbermujur Gemah Ripah Loh Jinawi, Perayaan Grebeq Suro Hutan Bambu Lumajang

“Saya apresiasi kinerja Satreskrim Polres Bondowoso, setelah melalui porses panjang, akhirnya menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini,” ungkap Habaib, Kamis, (2/12/2021).

Selain itu, pengacara yang tampil nyentrik ini juga mewanti-wanti pihak JPU (jaksa penuntut umum) di Kejari Bondowoso agar tidak main-main dalam menangani kasus ini.

Selain menghargai kinerja Satreskrim Polres Bondowoso, Habaib minta Jaksa on the track dalam kasus kemanusiaan ini.

BACA JUGA :  DVI Polda Jatim Terima 44 Kantong Jenazah Korban Erupsi Gunung Semeru di RSUD. dr Haryoto Lumajang

“Jaksa harus profesional dan tetap on the track. Kalau ini masih P19 lagi, saya pastikan di Kejaksaan banjir manusia,” tegas imam besar LBH Abu Nawas itu.

Kasus Ny. Suparmi yang meninggal dunia diduga akibat kelalaian pihak Nakes RSU dr. Koesnadi menjadi atensi prioritas LBH Abu Nawas yang di komandoi NJH.

Bahkan, NJH menyurati Presiden JOKOWI, KAPOLRI dan KEJAGUNG RI, serta lembaga tinggi Negara lainnya untuk meminta keadilan atas meninggalnya almarhum Ny. Suparmi.

BACA JUGA :  Petani-petani Kebun Ladang Lagi Berlomba Tanam Padi

“Ini bukan kasus biasa loh ya, ini tentang kasus kemanusiaan, oleh karenanya saya terus berjuang mencari keadilan, dan minta JPU jangan main-main,” ucap NJH.

NJH berharap, dalam proses penuntutan, pihak jaksa tidak mengaburkan fakta-fakta yang ada.

“Satu Kebenaran tak bisa ditutupi dengan 1000 kebatilan, ingatlah bahwa kebenaran akan selalu mencari jalan untuk mengungkapkan dirinya,” pungkas NJH.  (*/ubay).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com