Daerah

Bupati Jember Temui Petani Semboro, Bawa Pesan Presiden Prabowo Subianto

930
×

Bupati Jember Temui Petani Semboro, Bawa Pesan Presiden Prabowo Subianto

Sebarkan artikel ini
Gus Fawait Temui Petani di Semboro, Sabtu (29/11/2025).(Foto: Badri/ Lensanusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Jember Muhammad Fawait bersilaturahmi dengan para tokoh tani Kecamatan Semboro dalam rangkaian kegiatan Guse Menyapa Semboro digelar di kediaman Kepala Desa Sidomulyo Sabtu (29/11/2025). Pertemuan ini menjadi forum dialog terbuka, di mana Gus Fawait menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto sekaligus menggali kebutuhan petani secara langsung.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Fawait membuka dengan menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa kepedulian Presiden terhadap petani kini semakin nyata. Salah satu bukti terbesarnya ialah penetapan harga gabah minimal Rp6.500, sebuah langkah yang ia sebut sebagai “terobosan bersejarah.”

Example 300x600

“Pak Prabowo sekarang sudah kelihatan sekali membela petani. Harga gabah harus wajib Rp6.500. Kalau ada yang di bawah itu, panjengan sampaikan ke saya. Saya akan bantu bersama TNI–Polri,” tegas Gus Fawait.

BACA JUGA :
Gus Bupati Berkunjung Pantai Papuma Dukung Potensi Wisata Jember

Ia menambahkan bahwa selama tidak ada laporan harga rendah, hal itu menandakan harga gabah sudah stabil di atas ketetapan pemerintah.

Gus Fawait juga menyampaikan program makan bergizi gratis (MBG) yang segera berjalan penuh di seluruh Indonesia. Menurutnya, program ini bukan hanya menyasar anak-anak sebagai penerima manfaat, melainkan turut menggerakkan ekonomi daerah, khususnya sektor pertanian.

“Ia memberi contoh komoditas jeruk, salah satu menu dalam program MBG yang diyakininya akan mengalami kenaikan nilai jual. “Jeruk kemarin-kemarin murah. Nanti saya yakin tambah naik karena MBG menjadi permintaan nasional,” ucapnya.

Dalam dialog tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa forum ini bertujuan menyerap aspirasi. Ia menekankan pentingnya kecocokan program dengan kebutuhan riil masyarakat. “Jangan sampai masyarakat butuhnya tahu, dikasih tempe. Tidak nyambung.

BACA JUGA :
Lakukan Penghijauan, Danramil Tanggul Jember Bersama Relawan Karya Bakti Tanam Pohon

Ia kemudian memaparkan program yang telah direalisasikan bersama pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Pertanian di bawah arahan Presiden Prabowo.

“Jember tahun ini menerima program optimalisasi lahan seluas kurang lebih 6 ribu hektare. Program tersebut mencakup pembangunan irigasi, bantuan bibit, bantuan peralatan pertanian, hingga dukungan hukum bagi petani,” jelasnya.

Jember pernah menjadi lumbung padi. Namun hari ini kita kalah dari beberapa kabupaten lain karena belum merata panennya. Ada yang tiga kali panen, ada yang cuma sekali. Salah satunya karena infrastruktur pertanian. Tahun ini Pak Prabowo luar biasa membela Jember.

Gus Fawait juga menyoroti pentingnya menjaga bantuan pertanian agar benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Ia mengingatkan agar alat atau fasilitas yang diterima petani tidak berpindah tangan atau hilang, mengingat APBN dan APBD yang terbatas.

BACA JUGA :
Bupati Jember Resmikan Posko P4MI Bagi Pekerja Migran

“Ia mendorong agar kelompok tani menambahkan unsur anak muda dalam keanggotaan untuk mempercepat pengurusan administrasi, inovasi, dan respons saat bantuan turun. “Kalau ada satu dua anak muda masuk, pengurusannya cepat. Penyuluh juga terbantu, karena penyuluh jumlahnya terbatas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh perangkat desa, kecamatan, dan dinas terkait untuk mengusulkan kebutuhan petani Semboro secara komprehensif, mulai dari bibit jagung, bibit padi, hingga perbaikan irigasi. Menurutnya, jika ada lahan yang tidak bisa panen tiga kali karena infrastruktur tidak memadai, maka dapat diusulkan masuk program optimalisasi lahan tahap berikutnya.

“Perhatian pemerintah pusat terhadap Jember, terutama sektor pertanian, kini berada dalam momentum besar. Tahun depan pembangunan infrastruktur pendukung akan dilakukan secara bertahap, termasuk rencana pengaspalan akses-akses pertanian di wilayah Semboro,” pungkasnya.