Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Mendapatkan protes keras warga terkait kebisingan yang di timbulkan oleh para pengunjung cafe Kopi JJB (Jalan-Jalan Bareng) yang sedang nongkrong, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) melakukan rapat mediasi dengan mendatangkan pihak pengelola dan warga yang terganggu.
Mediasi yang digelar di ruang rapat Mal MPP Banjarnegara lantai 2 yang di pimpin oleh Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banjarnegara (Asisten 1) Anang Sutanto, juga dihadiri Kepala Dinas perizinan Abdul Suhendi, Satpol PP, PUPR, Dishub Banjarnegara, dan Kepolisian, perwakilan keluarga Budhi Gunawan (pihak yang terganggu), Keluarga Ananta serta perwakilan pihak JJB dan Super Padel.
Kepada wartawan, Indra yang mewakili keluarga Budhi Gunawan menyampaikan, permasalahan terkait keberadaan Kopi JJB yang berada di samping rumahnya di anggap sering menimbulkan kegaduhan atau kebisingan, terutama pada waktu jam malam, karena cafe tersebut buka selama 24 jam non stop. Sehingga dirinya meminta masalah tersebut dapat diantisipasi.
“Kami menyampaikan ini karena mendapat amanat dari orang tua, karena saat mau tidur sering mendengar kebisingan dari JJB, sehingga terganggu, waktu istirahatnya, namanya orang tua pasti butuh ketenangan, agar bisa istirahat yang cukup kalau malam hari,” jelas Indra, Jumat, (17/6/2026).
Meskipun demikian, Indra bersama keluarganya tidak mempermasalahkan JJB dibuka sampai 24 jam, kalau memang sudah mendapatkan ijin dari Bupati yang sedang berkuasa saat ini.Menanggapi keluhan warga, Chief Executive Officer Kopi JBB Banjarnegara, Arifin menyampaikan pihaknya berjanji kooperatif dan akan berusaha menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi dengan baik kedepan, sehingga samua bisa sama-sama tidak ada yang dirugikan.
”Alhamdulillah tadi sudah ketemu semuanya dan sudah mendapatkan solusi ke depan, intinya kan kebisingan, dan kami akan segera memasang alat untuk menekan kebisingan,” ungkap Arifin.
Arifin juga membeberkan, akan mengurangi kerumunan yang berada dekat dengan kediaman warga (Budhi Gunawan) dan pihaknya sudah memilikinya Satpam yang berjaga sampai pagi.
“Kemudian, pihak Satpol PP juga akan siap membantu melakukan teguran jika terjadi gangguan keamanan, dan terkait perijinan, kita sudah mengurusnya dan sudah proses,” tambah Arifin.
Sementara ditemui usai acara mediasi, Asisten 1 Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banjarnegara, Anang Sutanto mengapresiasi mediasi tersebut dan kedua belah pihak sudah ada titik temu.
“Disini ada salah paham, dan semuanya sudah clear tidak ada permasalahan setelah semua ditemukan, dan dari pihak JJB juga sudah membeli alat guna mendeteksi kebisingan dan tinggal menentukan angka tingkat kebisingan antara ke dua pihak,” imbuh Anang.
Masih kata Anang,” Memang namanya usaha pasti kadang ada kendala, namun semua kalau di bicarakan secara baik-baik pasti semua ada solusi terbaik, apalagi saat ini kan Pemerintah Banjarnegara lagi menata agar investor bisa masuk kesini dengan nyaman, tenang, termasuk tempat-tempat tongkrongan untuk mencari suasana yang damai, terutama di malam hari, yang penting semua kondusif, Insya Allah semua bisa menerima,” pungkas Anang. (Gunawan).














