Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Muhammad Fawait resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (12/5/2026).
Acara pelantikan dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, serta seluruh camat se-Kabupaten Jember. Achmad Imam Fauzi menggantikan Pj Sekda sebelumnya, Akhmad Helmi Luqman, yang saat ini tengah menjalankan ibadah haji.
Bupati Jember Gus Fawait menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas pemerintahan demi mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Sejak saya dilantik tahun 2021, kita berhasil membuat Jember tetap kondusif. Mulai dari Pak Arif, Pak Jupri, hingga Pak Hilmi yang sekarang sedang cuti haji, semuanya telah berkontribusi menjaga stabilitas pemerintahan,” ujar Gus Fawait.
Ia berharap Achmad Imam Fauzi mampu melanjutkan capaian, termasuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disebut telah menembus angka Rp1 triliun.
“Percepatan pembangunan harus berjalan beriringan dengan perencanaan yang matang dan sesuai aturan perundang-undangan, terutama dalam penyusunan P-APBD 2026 dan APBD 2027,” menurutnya
Lebih lanjut, kata Gus Fawait, percepatan itu penting, tetapi tahapan perencanaan harus dilakukan sebaik mungkin dan seteliti mungkin. Jangan sampai masalah muncul di kemudian hari karena proses perencanaannya tidak benar.
“Selain fokus pada pembangunan daerah, Bupati Jember menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dalam mendukung program nasional Presiden Prabowo Subianto, mulai dari program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, pengentasan sampah, hingga pelestarian lingkungan,” katanya.
Kalau program nasional sukses, berarti kita semua ikut sukses. Saya tidak mau ada bagian dari Pemerintah Kabupaten Jember yang tidak ikut mensukseskan program pemerintah pusat
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga menyoroti hasil verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan yang dilakukan ASN se-Kabupaten Jember. Ia mengungkapkan ditemukan puluhan ribu warga meninggal dunia yang belum tercatat secara administratif.
“Persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak pada penyaluran bantuan sosial dan program pemerintah lainnya,” katanya.
Ada banyak masyarakat yang meninggal tetapi belum tercatat akta kematiannya. Ini harus menjadi perhatian para camat karena dampaknya besar terhadap program daerah maupun nasional.
“Ia pun mengapresiasi keterlibatan ASN yang turun langsung melakukan verifikasi data hingga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Ke depan, Pemkab Jember berencana melanjutkan verval hingga ke desil berikutnya dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri,” ungkapnya.














