BONDOWOSO, LENSANUSANTARA.CO.ID – Menghitung rumus pakan ternak atau membaca indikator mesin mungkin terdengar sederhana. Namun di dunia industri, salah kalkulasi tipis saja bisa berujung kerugian finansial yang masif.
Realita inilah yang melandasi SMK Negeri 1 Maesan Bondowoso menggelar workshop intensif penguatan literasi dan numerasi berbasis teks multimodal, Rabu (8/6/2026).
Acara yang menjadi bagian dari penyelarasan visi sekolah ini menggandeng Fasilitator Nasional Mohammad Hairul, S.Pd, M.Pd. Di hadapan seluruh guru, Hairul menegaskan bahwa pendekatan literasi di SMK harus keluar dari zona konvensional.
“Literasi-numerasi di SMK itu bukan sekadar calistung biasa. Salah membaca sedikit saja pada indikator mesin atau salah menghitung rumus pakan di industri, dampaknya bisa fatal dan memicu kerugian finansial yang besar bagi perusahaan,” papar Hairul.
Ia mengingatkan bahwa kemampuan ini adalah tanggung jawab kolektif semua guru mata pelajaran. Melalui pendekatan multimodal, siswa SMK diasah peka terhadap lima aspek kerja: teks tertulis (SOP), infografis visual, data statistik numerik, tata letak spasial, hingga respons audio-gestural seperti tanda bahaya.
Guna menguji kompetensi tersebut, para guru dilatih menyusun soal berjenjang dari level pencarian informasi hingga evaluasi teknis.
Sesi praktik pun berlangsung dinamis. Di atas lembaran kertas plano, para pendidik merumuskan instrumen asesmen riil yang biasa dihadapi siswa di bengkel, laboratorium, hingga area peternakan.
Keselarasan proses akademik ini turut diperkuat oleh manajemen internal sekolah. Sektor Kesiswaan (Irsyadillah Sholihin, S.Kom.) siap memperketat kedisiplinan dan karakter siswa, sementara sektor Sarana Prasarana (Mahfud Hadi Wibowo, S.Pd.) memastikan fasilitas pendukung tetap prima dan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Kepala Sekolah SMKN 1 Maesan, Nurul Amanah, S.Pd., optimis momentum ini akan menyatukan visi para guru untuk terus berinovasi demi masa depan lulusan.














