Pemerintahan

Hari Jadi Trenggalek ke-828, Bupati Mochamad Nur Arifin Gelar Ziarah Leluhur

117
×

Hari Jadi Trenggalek ke-828, Bupati Mochamad Nur Arifin Gelar Ziarah Leluhur

Sebarkan artikel ini

Trenggalek, LENSANUSANTARA.CO.IDBupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin didampingi Wabup Syah Muhamad Natanegara dan Forkopimda Trenggalek gelar ziarah leluhur, Selasa (30/8). Tradisi rutin jelang Hari Jadi Trenggalek itu terus dijaga.

Ziarah ini sendiri ditujukan untuk menapaki perjalanan sejarah Trenggalek dari masa ke masa. Makam pertama yang di ziarahi, Makam Mbah Kawak yang ada di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek. Mbah Kawak sendiri dikenal masyarakat setempat sebagai tokoh syi’ar agama Islam kala itu.

Example 300x600

Kemudian dari makam ini, dilanjutkan ziarah ke komplek makam Setono Gedong, yang juga ada di Kelurahan Ngantru. Di komplek makam tersebut terdapat makam Bupati pertama R. T. Soemo Truno dan saudaranya D. Jaja Negoro bupati kedua Trenggalek serta orang tuanya Bupati Ponorogo R. T.A. Merto Diningrat.

BACA JUGA :
Pemkab Trenggalek Rayakan Hari Jadi ke-829, Awali dengan Kirab Pusaka dari Balai Desa Kamulan menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha

Pada komplek pemakaman ini dimakamkan juga Warok Suromenggolo yang terkenal di kalangan kesenian Reog Ponorogo. Suromenggolo sendiri merupakan patih dari Bupati Ponorogo, R. T.A. Merto Diningrat. Karena setianya kepada bupatinya dia ikut dimakamkan di Trenggalek.

BACA JUGA :
DPC PDIP Trenggalek Salurkan Bantuan Makanan Kepada Warga Terdampak Banjir

Kemudian di lanjutkan ziarah ke Makam Adipati Menaksopal, di Komplek Makam Bagong. Kiprah dan jasanya cukup besar untuk Trenggalek. Menaksopal dikenal membawa kemakmuran masyarakat karena membangun Dam Bagong yang dipercayai menjadikan kawasan di Trenggalek dari rawa menjadi lahan pertanian yang subur. Selain itu Dam ini menjadi salah satu solusi pencegah banjir.

BACA JUGA :
Ketua TP PKK Trenggalek Senang, Dapur Cinta yang Diinisiasinya Diterjemahkan dengan Baik di Desa Tegaren

Dari makam Menaksopal, ziarah dilanjutkan ke makam Kanjeng Jimat di Ngulan Kulon, Kecamatan Pogalan. Kemudian terakhir di komplek makam Astana Girimulyo di Desa Buluagung, Kecamatan Karangan.

“Rutin kita berziarah ke makam leluhur, mengingat seluruh perjuangan beliau. Semoga kita bisa meneruskan di Hari Jadi 828 ini dan Trenggalek ibisa semakin baik,” tandas Bupati Arifin (Nov)