Berita

Perolehan Suara Pemilu 2024, Caleg Petahana di Banjarnegara Mengalami Terjun Payung

257
×

Perolehan Suara Pemilu 2024, Caleg Petahana di Banjarnegara Mengalami Terjun Payung

Sebarkan artikel ini
Pemilu 2024
Petugas TPS sedang membacakan hasil suara di TPS 1 Desa Masaran Kecamatan Bawang, hingga pukul 22.00 WIB malam, Kamis, 15/2/2024. (Foto : Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pencoblosan Capres Cawapres, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Daerah Pemilu 2024 di Banjarnegara sudah berakhir, data dari TPS masing-masing desa sudah diserahkan ke PPK Kecamatan.

Namun dalam pemilu 2024 ini, ada hal menarik, dimana suara para DPR, Provinsi dan Daerah khususnya petahana (incumbent) yang saat ini masih menjabat sebagai anggota dewan.

Example 300x600

Dalam pantauan lensanusantara.co.id ke beberapa TPS, suara anggota dewan yang maju lagi untuk mencalonkan diri, semua terlihat turun drastis atau terjun payung.

Perolehan tiap-tiap TPS para anggota DPR RI, DPRD Provinsi maupun Daerah, rata-rata banyak yang tidak sesuai dengan harapan, dan ada juga nilainya nol.

BACA JUGA :
Kado Jelang Hari Jadi ke-453, Pj Bupati Banjarnegara Didemo Warganya Akibat Pilkades Ditunda

Menurut salah satu saksi dari Partai Hanura di dapil 3 bernama Pomo kepada wartawan mengungkapkan, saat pembacaan surat suara oleh petugas pemilu, dari pandangan dia di TPS, perolehan caleg dari beberapa partai besarpun juga mengalami penurunan, dibandingkan dengan 2019 lalu.

“Untuk perolehan suara caleg pusat sampai kabupaten semua turun ini, tidak seperti 2019 lalu. Lihat hasilnya ini, dan di group whatsapp juga pada share hasilnya, untuk Caleg dapil 3 khususnya Kecamatan Purwareja Klampok semua hancur, dapatnya hanya ada yang 1, 3, 7, ada juga yang 10 ke atas, tapi hanya beberapa Caleg saja. Pokoknya semua tiarap, kalau untuk Hanura Alhamdulillah masih bagus disini,” ungkap Pomo, Kamis (15/2/2024).

BACA JUGA :
Wisata Resto Wampingan Mandiraja Banjarnegara, Salah Satu Tujuan Para Pemburu Kuliner

Hal sama juga terjadi di Dapil 2 yaitu Kecamatan Purwonegoro, Bawang dan Pagedongan, saat Lensa Nusantara melakukan pengamatan secara langsung ke TPS di 8 Desa yaitu Gumiwang, Masaran, Purwonegoro, Blambangan, Pucang, Mantrianom, Bawang dan Binarong, hasil yang didapat para Caleg yang incumbent sangat mengenaskan, sampai beberapa saksi terlihat begitu kurang bergairah dengan suara yang didapatkan.

“Hancur lebur semua ini suara caleg-caleg yang petahana, entah itu caleg yang maju dari partai besar seperti PDIP, Demokrat, PKB, Nasdem, PKS dan PPP, hasilnya tidak sesuai harapan kata teman-teman saksi lainnya, kalau di kalkulasi ada yang turun sampai 20 sampai 70 persen,” jelas Edi yang menjadi saksi di TPS 12 Desa Blambangan.

BACA JUGA :
Masrukin Pesan ASN Pamekasan Jaga Netralitas Pemilu

Smentara untuk perolehan partai pemilu 2024 di Banjarnegara, PDI Perjuangan masih unggul dari partai lainnya, disusul dengan Demokrat dan PKS, Golkar dan Gerindra. Sampai berita ini ditayangkan, surat suara di semua TPS se Banjarnegara sudah berada di kantor KPPS Kecamatan dan selanjutnya akan dilakukan pleno. (Gunawan)

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,690 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…