Daerah

LBH Ansor Bondowoso Soroti Joget di Dapur MBG, Singgung Disiplin dan Etika

1347
×

LBH Ansor Bondowoso Soroti Joget di Dapur MBG, Singgung Disiplin dan Etika

Sebarkan artikel ini
LBH Ansor Bondowoso Soroti Joget di SPPG Lojajar
Ketua LBH Ansor Kabupaten Bondowoso Jayadi, S.H.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Bondowoso angkat bicara terkait viralnya video aktivitas joget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga terjadi di SPPG Lojajar. Peristiwa tersebut menuai beragam reaksi publik dan dinilai mencederai standar operasional serta etika kerja di lingkungan dapur pelayanan masyarakat.

Example 300x600

Ketua LBH Ansor Bondowoso, Jayadi, S.H., menegaskan bahwa aktivitas dalam program MBG tidak bisa dipandang sebagai pekerjaan biasa. Menurutnya, pekerjaan di dapur MBG memiliki nilai pengabdian yang setara dengan sektor medis dan pendidikan.

“Aktivitas pekerjaan di MBG bisa disamakan dengan pengabdian di dunia medis dan pendidikan. Di sana dituntut attitude dan empati, bukan sekadar menunaikan pekerjaan,” ujar Jayadi dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).

BACA JUGA :
Menunggu Janji PERDA Nomor 5/2020, Alfamart: UMKM Rekomendasi Diskopperindag

Ia menjelaskan bahwa standar operasional prosedur (SOP) di dapur MBG telah diatur secara ketat dengan disiplin tinggi. Hal tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kebersihan, keamanan pangan, hingga perilaku pekerja selama bertugas.

Salah satu poin penting yang disoroti adalah larangan penggunaan telepon genggam di area dapur. Menurut Jayadi, penggunaan handphone tidak hanya berpotensi mengganggu fokus kerja, tetapi juga dapat berdampak pada aspek higienitas.

BACA JUGA :
Pertahankan Eksistensi Kawasan, Perhutani KPH Bondowoso Bersinergi dengan Batalyon Raider 514 Tanam Pohon

“Larangan penggunaan handphone dan peralatan lain yang dapat mengganggu higienitas dapur harus dipatuhi. Karena berdasarkan jurnal penelitian, handphone bisa lebih kotor daripada toilet,” tegasnya.

Lebih lanjut, LBH Ansor Bondowoso juga mengingatkan bahwa program MBG saat ini tengah menjadi perhatian publik dan pemerintah, sehingga membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pihak untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

“Hari ini program MBG banyak dituntut untuk melakukan lompatan perbaikan di berbagai sektor. Maka dari itu, semua pihak harus menjaga profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas,” tambahnya.

Pihaknya berharap kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya bagi pengelola dan pekerja di SPPG Lojajar, agar ke depan lebih mengedepankan kedisiplinan, etika kerja, serta standar kebersihan yang telah ditetapkan.

BACA JUGA :
Sat Pol PP Kabupaten Bondowoso Tak Akan Biarkan Peredaran Rokok Ilegal di Wilayahnya

“Soal pesan bahwa program MBG ibarat gelas kaca, yang mudah pecah dan kotor, Program MBG sedang dipertaruhkan, diawasi ketat oleh publik, Bekerjalah dengan baik, jangan meludah disumur yang kita minum”. Pungkasnya.

Diharpkan, Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan publik, terlebih yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat, menuntut tanggung jawab tinggi serta kesadaran kolektif untuk menjaga kualitas dan kepercayaan publik.

error: Content is protected !!