Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Peran admin grup Facebook dinilai sangat penting dalam menjaga kualitas informasi dan suasana diskusi di media sosial. Di tengah cepatnya penyebaran informasi di dunia digital, admin dituntut lebih aktif memantau setiap unggahan agar grup tetap menjadi ruang komunikasi yang sehat, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Admin grup Facebook SRB (Suara Rakyat Bondowoso), Catur Prasetyo, mengatakan bahwa pengawasan terhadap postingan anggota merupakan bentuk tanggung jawab moral admin kepada seluruh anggota grup.
Menurutnya, grup Facebook yang memiliki banyak anggota sangat rentan dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar, provokasi, hingga konten yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
“Sebagai admin, kami tidak bisa membiarkan semua postingan masuk tanpa pengawasan. Kami harus memastikan konten yang diunggah tidak mengandung hoaks, ujaran kebencian, fitnah, maupun hal-hal yang bisa merugikan orang lain,” ujar Catur Prasetyo, Jumat (22/5/2026).
Ia mengaku pernah dipanggil oleh penyidik terkait salah satu postingan anggota grup yang diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam proses tersebut, dirinya dimintai keterangan dengan status sebagai saksi.
“Pengalaman itu menjadi pelajaran penting bagi saya sebagai admin grup. Sejak saat itu, kami lebih ketat dalam memantau postingan dan komentar anggota agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” katanya.
Catur menegaskan, admin bukan bertugas membatasi kebebasan berpendapat, melainkan menjaga agar diskusi tetap berjalan dengan baik dan tidak keluar dari aturan yang telah disepakati bersama.
“Grup Facebook seharusnya menjadi wadah aspirasi masyarakat, tempat berbagi informasi yang bermanfaat, bukan malah menjadi ruang untuk saling menyerang atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh anggota grup SRB agar lebih bijak sebelum membagikan informasi. Menurutnya, setiap pengguna media sosial harus memahami bahwa aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum apabila digunakan secara tidak bertanggung jawab.
“Kadang ada anggota yang langsung membagikan informasi tanpa dicek dulu. Padahal kalau ternyata informasi itu salah atau mengandung unsur pelanggaran, dampaknya bisa besar dan merugikan banyak pihak,” tambahnya.
Selain melakukan moderasi postingan, pihak admin SRB juga rutin mengingatkan anggota terkait etika bermedia sosial serta aturan grup demi menjaga kenyamanan bersama.
Menurut Catur, kerja sama antara admin dan anggota menjadi kunci utama terciptanya komunitas digital yang positif, produktif, dan tetap menghargai perbedaan pendapat di ruang publik.














