Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Tenaga kesehatan Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung melakukan kunjungan homecare ke rumah korban kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di wilayah Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Kamis (23/10/2025).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perhatian langsung Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc (Gus Fawait) yang sebelumnya meninjau penanganan korban dan memastikan bahwa seluruh layanan medis serta pendampingan psikososial berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Kunjungan homecare ini menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral dari jajaran tenaga kesehatan daerah untuk memastikan korban mendapatkan pemulihan yang menyeluruh, baik secara fisik maupun mental.
Tim RSD Balung hadir untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, memantau kondisi korban pasca trauma, serta memberikan edukasi dan dukungan kepada keluarga agar proses pemulihan dapat berlangsung optimal.
Dalam pelaksanaannya, tim medis RSD Balung bekerja sama lintas sektor yang berperan dalam pendampingan psikososial serta perlindungan hukum bagi korban. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk menghadirkan sistem pelayanan terpadu bagi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pejabat Struktural RSD Balung, menyampaikan bahwa kegiatan homecare ini bukan sekadar kunjungan medis, melainkan juga upaya memastikan bahwa korban dan keluarganya tidak merasa sendirian.
“Kami datang untuk memeriksa kesehatan korban, memantau perkembangannya, dan memastikan lingkungan keluarga siap memberikan dukungan yang aman dan penuh kasih,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan fisik, dilakukan pula evaluasi terhadap kondisi psikologis korban, dengan pendekatan empatik dan penuh kehati-hatian.
“Seluruh tenaga medis yang terlibat telah mendapatkan pembekalan dalam penanganan korban kekerasan, agar pelayanan tidak hanya menyentuh aspek medis tetapi juga aspek emosional dan sosial,” imbuhnya.
Bupati Jember, Gus Fawait, dalam arahannya menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam setiap kasus kekerasan seksual. “Korban harus mendapat perlindungan, pendampingan, dan pemulihan secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui rumah sakit daerah dan dinas terkait akan memastikan semua proses berjalan dengan empati, cepat, dan manusiawi,” tegasnya.
Beliau juga mengapresiasi langkah cepat RSD Balung yang langsung turun memberikan pelayanan homecare kepada korban.
“Tindakan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Jember untuk menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan berpihak pada masyarakat rentan,” katanya.
RSD Balung, sebagai rumah sakit pelayanan publik di wilayah selatan Jember, terus memperkuat perannya bukan hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial masyarakat.
“Melalui program homecare, rumah sakit dapat menjangkau pasien hingga ke rumah, memberikan perhatian personal, serta memastikan tindak lanjut pengobatan berjalan dengan baik,” menurutnya.
Direktur RSD Balung, dr. Nurullah Hidajahningtyas, MM, Balung menyampaikan, “Kami hadir bukan hanya untuk memberikan layanan medis, tetapi juga untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan kita bersama.
Melalui kegiatan ini, RSD Balung menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti di ruang rawat. Rumah sakit harus menjadi ruang empati – empat di mana setiap warga yang terluka, baik secara fisik maupun batin, dapat merasa aman dan diperhatikan.
“Langkah kecil ini diharapkan dapat membawa ketenangan bagi korban, menguatkan keluarga, dan menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa tidak ada tempat bagi kekerasan dalam bentuk apapun di Kabupaten Jember,” ujarnya.














